Tujuan

  1. Menghasilkan sarjana teknologi pangan yang memiliki kompetensi, bermutu, berdaya saing, berakhlak mulia, berwawasan luas, mudah bersosialisasi dengan masyarakat dan dapat menawarkan solusi terhadap persoalan teknologi pangan..
  2. Mengaplikasikan ilmu dan teknologi di bidang teknologi pangan secara terpadu dan tepat guna untuk menjawab tantangan dan memecahkan masalah terkait bidang teknologi pangan yang dihadapi oleh masyarakat.
  3. Memfasilitasi terbentuknya atmosfir akademik yang kondusif dan dinamis, untuk mendukung terciptanya mahasiswa, tenaga pengajar dan tenaga administrasi yang berwawasan ilmiah dan berperilaku
  4. Menerapkan sistem pengelolaan sumber daya dan layanan yang bertanggungjawab, transparan, akuntabel, dan berkeadil
  5. Menerapkan sistem penjaminan mutu akademik secara berkelanjutan untuk menjaga kualitas dan kompetensi lulusan.
  6. Menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan institusi terkaituntuk menjamin keberlanjutan proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Sasaran

Sasaran utama PSTP adalah berjalannya proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang memenuhi standar kualitas yang sudah ditetapkan. Sasaran utama tersebut ditargetkan akan tercapai pada tahun 2025.Hasil yang diperoleh sangat dipengaruhi oleh karakteristik input, proses internal yang berjalan, dan kompetensi output yang dihasilkan. Sasaran yang ingin dicapai oleh PSTPmengacu pada standar nasional pendidikan (Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan) dan standar akreditasi nasional pendidikan tinggi (BAN-PT).

  1. Pendidikan
    1. Tercapainya mutu akademik dan kompetensi lulusan PSTP, yang mengacu pada standar nasional dan kebutuhan dunia kerja.
    2. Berkembangnya kurikulum berbasis kompetensi dan menerapkannya secara bertahap pada sejumlah mata kuliah.
    3. Berkembangnya metode mengajar yang mendorong peran/keaktifan peserta didik.
    4. Memperpendek masa studi mahasiswa.
    5. Meningkatnya kompetensi dan kualifikasi dosen dan tenaga kependidikan.
    6. Terciptanya atmosfir akademik yang kondusif yang dapat bertahan dari waktu ke waktu.
  2. Penelitian
    1. Terbentuknyakelompok-kelompok penelitian berbasis sumberdaya lokal.
    2. Meningkatnya jumlah staf pengajar yang terlibat dalam penelitian mandiri dan kelompok.
    3. Terbitnya secara regular jurnal ilmiah dalam bidang teknologipertanian.
    4. Meningkatnya jumlah publikasi ilmiah tenaga pengajar pada jurnal nasional.
    5. Terjalinnya kerjasama penelitian dengan berbagai institusi yang berbasis pada sumberdaya lokal.

 

  1. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)
    1. Mengaplikasikan hasil-hasil penelitian dalam bentuk kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat
    2. Meningkatnya jumlah tenaga pengajar yang terlibat dalam kegiatan PkM.
    3. Meningkatnya kerjasama PkM dengan institusi terkait.

 

  1. Strategi pencapaian sasaran

Strategi untuk mencapai sasaran dirumuskan berdasarkan analisis kondisi lingkungan internal dan eksternal PSTPsecara komprehensifdengan mempertimbangkan  masukan dari  berbagai pemangku kepentingan (stakeholders). Strategi pencapaian sasaran dalam Rencana Strategis (RENSTRA) PSTP 2011-2016 yang disusun sejalan dengan RENSTRA Fakultas Teknologi Pertanian 2011-2016 dan RENSTRAUSM 2010-2015, yang memuat tiga pilar strategi pengembangan, yaitu: (1) Pemerataan dan Perluasan Akses Pendidikan, (2) Peningkatan Mutu, Relevansi dan Daya Saing, dan (3) Penguatan Tata Kelola, Pencitraan Publik, dan Akuntabilitas. Strategi pencapaian sasaran ini selanjutnya dikelompokkan ke dalam aspek mutu RAISE+LEAP (Relevance, Academic Atmosphere, Institutional Management, Sustainability, Efficiency and Productivity, Leadership and Commitment, Equity, Accessibility, Partnership).Tahapan waktu pencapaian sasaran tertuang dalam dokumen RENSTRA PSTP 2011-2016.

 

  1. Aspek Relevansi (Relevance)
    1. Mengembangkan kurikulum yang berbasis kompetesi serta kebutuhan pengguna lulusan di lapangan
    2. Mempertajam kompetensi lulusan untuk meningkatkan mutu, daya saing, dan kepribadian, terutama dalam peningkatan “soft skill” lulusan.
    3. Pengembangan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan melalui program pendidikan lanjutan dan pelatihan
    4. Meningkatkan kerjasama kemitraan dengan pengguna lulusan melalui program magang, praktek lapang, maupun kunjungan lapangan
  2. Aspek Suasana Akademik (Academic Atmosphere)
    1. Menjamin adanya otonomi keilmuan, kebebasan akademik, dan kebebasan mimbar akademik.
    2. Menyediakan prasarana, sarana dan dana yang memadai untuk penyelenggaraan Tridharma secara kontinu.
    3. Meningkatkan kemitraan dosen-mahasiswa dalam kegiatan akademik dan non-akademik.
  3. Aspek Manajemen Institusi (InstitutionalManagement)
    1. Menyelenggarakan ketatapamongan yang baik (good governance), transparan dan akuntabel
    2. Melaksanakan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi managerial pengelola pendidikan.
    3. Meningkatkan sistem dokumentasi terhadap segala upaya pengembangan PSTP, monitoring dan evaluasi, umpan balik, dan tindaklanjut.
  4. Aspek Keberlanjutan (Sustainability)
    1. Meningkatkan minat calon mahasiswa baru bermutu tinggi terhadap PSTP melalui kunjungan dan promosi PSTP ke sejumlah SMU potensial.
    2. Penjaminan jumlah dan mutu dosen dan tenaga kependidikan, dengan selalu memperhatikan rasio antara mahasiswa dengan dosen, dan program pendidikan lanjutan S2 maupun S3.
    3. Penjaminan mutu, daya saing, dan kepribadian lulusan, dengan meningkatkan dan memperkuat kompetensi lulusan
    4. Penjaminan perolehan dana hibah kompetitif melalui peningkatan keaktifan dosen dalam mengajukan proposal penelitian
    5. Penjaminan kerjasama kemitraan dengan institusi dalam dan luar negeri.
  5. Aspek Efisiensi dan Produktivitas (EfficiencyandProductivity)
    1. Pengembangan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan.
    2. Meningkatkan capaian kinerja pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
    3. Peningkatan jumlah dan mutu publikasi ilmiah pada jurnal lokal dannasional
    4. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan TridharmaPerguruan Tinggi.
    5. Meningkatkan penyediaan dana operasional PSsecara tepat jumlah dan tepat waktu dari berbagai sumber yang legal.
    6. Meningkatkan perolehan penghargaan hibah kompetitif untuk pendanaan program dan kegiatan akademik.
  6. Aspek Kepemimpinan (Leadership)
    1. Memperkuat karakteristik kepemimpinan operasional, kepemimpinan organisasi, dan kepemimpinan publikdari pengelola PS.
    2. Meningkatkan efektifitas kemampuan perencanaan, penatakelolaan, pengem-bangan staf, kepemimpinan dan pengendalian dari pengelolaProgram Studi
  7. Aspek Ekuitas (Equity)
  8. Meningkatkan upaya-upaya pencitraan publik yang efektif.
    1. Meningkatkan kerjasama kemitraan dengan institusi dalam dan luar negeri.
  9. Aspek Aksesibilitas (Accessibility)
  10. Meningkatkan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi kepada masyarakat dengan mempertimbangkan aspek wilayah, jender, kemampuan ekonomi, dan penjenjangan karir bagi calon mahasiswa baru yang telah bekerja
  11. Peningkatan aksesibilitas publik terhadap hasil-hasil penelitian dan pengab-dian kepada masyarakat.
  12. Penyelenggaraan kegiatan pendidikan kecakapan hidup (life-skill).
  13. Kemitraan (Partnership)
    1. Peningkatan kerjasama dengan berbagai Fakultas Teknologi Pertanian terkemuka di dalam dan luar negeriuntuk pengembangan kurikulum, riset dan aplikasi teknologi.
    2. Peningkatan kerjasama dengan lembaga-lembaga riset nasional seperti Baristand dan lainnya dalam pengembangan riset di bidang teknologi pangan.
    3. Peningkatan kerjasama dengan pemerintah daerah dan pusat dalam mengembangkan teknologi tepat guna di bidang teknologi pangan yang bermanfaat bagi kemajuan masyarakat lokal.
    4. Peningkatan kerjasama kemitraan yang saling menguntungkan dengan berbagai industri terkait dalam dan luar negeri.
    5. Pemberdayaan jejaring alumni